Berbicara
mengenai lingkungan, pertama-tama yang harus diketahui adalah pengertian dari
linkungan itu sendiri, lingkungan merupakan segala sesuatu yang meliputi
kehidupan manusia, baik yang hidup maupun yang mati, yang diciptakan untuk
kepentingan manusia. Terlalu luas jika kita membahas semua aspek dari
lingkungan. Sekarang kita akan membicarakan mengenai lingkungan yang paling dekat
dengan kita, yaitu alam dimulai dengan melihat masalah lingkungan yang
disebabkan karena ulah remeh manusia.
Contoh real
yang saya temukan, didekat asrama saya tinggal kesadaran untuk membuang sampah
saja sudah hampir luntur. Meskipun sudah diberlakukan piket setiap hari untuk
membersihkan sampah, hanya beberapa anak yang mau menjalankannya. Sebagian
besar lainnya akan melaksanakan jika mendapatkan teguran dari ketua seksi
kebersihan. Akibatnya, bau tidak sedap menyebar sampai ke setiap ruangan,
pemandangan rumah tempat tinggal menjadi buruk karena sampah berceceran dan
banyaknya semut. Entahlah bagaimana jadinya alam ini jika kesadaran untuk
mejaganya saja punah.
Padahal sudah
dijelaskan bahwa Allah telah menciptakan langit dan bumi ini sesempurna mungkin
dan kemudian Dia menundukkannya hanya untuk kemaslahatan umat manusia. Betapa
keterlaluan manusia dimuka bumi ini, jika hanya untuk menjaga pemberian sang
Maha Kuasa yang begitu sempurna ini saja tidak bisa. Dimana bukti bahwa manusia
adalah makhluk berfikir yang mampu membedakan mana yang benar dan mana yang
baik.
Masuk ke
permasalahan lingkungan yang sedikit lebih nasional bahkan internasional. Efek
rumah kaca alias pemanasan global yang banyak digembar-gemborkan akan
mengakibatkan kenaikan suhu udara dibumi akibat rusaknya lapisan ozon yang fungsinya
menangkal sinar matahari langsung. Permasalahan akut yang menyangkut
keberlangsungan kehidupan dibumi itu saja hanya sekadar masalah musiman.
Bagaimana tidak, hanya beberapa periode masalah ini ditanggapi, selanjutnya
manusia malah seperti pasrah dengan apa yang akan terjadi. Apa gunanya
penanaman pohon-pohon di tanah yang dianggap strategis jika faktanya sekitar
2000 pohon dihutan ditebang setiap hari dengan berbagai alasan yang konyol.
Hanya beberapa penanaman pohon bakau dipinggir pantai dan pembuatan hutan kota
yang luasnya hanya beberapa meter. Tapi ribuan pohon dihutan lenyap, itu nilai
yang sangatlah tidak sebanding.
Bagaimana
sikap pemerintah dan masyarakat kita menghadapi ini ?. Sangatlah mencengangkan
tindakan yang pemerintah Indonesia ambil, yaitu dengan mencanangkan mobil murah
untuk negeri. Perbuatan yang sungguh tidak masuk akal. Disaat Negara lain
berencana mengurangi emisi CO2 atau gas karbondioksida penyebab utama global
warming, yang mereka lakukan malah menambah jumlahnya. Pohon-pohon dihutan
ditebang untuk kepentingan pribadi, hingga sebutan Indonesia sebagai paru-paru
dunia-pun hampir hilang. Malah diperparah dengan rencana mobil murah yang juga
mengajari rakyat konsumerisme. Saya sampai bingung, bagaimana bisa mereka dipilih
menjadi pemimpin bangsa ini, hanya kelihatannya saja pintar dengan gelar-gelar
tinggi yang ternyata semua lebih buruk daripada seekor kerbau.
Padahal pohon
adalah faktor utama dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari penangkal banjir,
penyelamat dari tanah longsor maupun erosi, penyedia oksigen dan kunci utama
penyembuh penyakit akut global warming ini. Semua aspek penting kehidupan
pohonlah yang menyiapkannnya. Oleh karena itu Nabi bersabda, مَنْ قَطَعَ سِدْرَةً صَوَّبَ اللَّهُ رَأْسَهُ فِي
النَّارِ (Barang siapa yang menebang pepohonan, maka Allah
akan mencelupkannya ke dalam neraka). Tentu saja maksut hadits tersebut
penebangan pohon secara sia-sia, tanpa adanya pertanggung-jawaban.
Banyak penyebab-penyebab yang
mengakibatkan pohon ditebang. Mulai dari ketamakan manusia untuk kepentingannya
sendiri, dengan menggergaji pohon dalam jumlah besar tanpa memperhatikan
penghijauannya kembali. Pertumbuhan penduduk yang begitu pesat juga turut andil
sebagai penyebabnya. Bisa dipikirkan, pemerintah mendesak para petani untuk
mengganti lahannya dijadikan pemukiman tempat tinggal. Hutan-hutan ditebang
guna penyediaan lahan bermukim. Selain itu, berbagai jenis kertas dan tisu juga
bagaikan musuh terselip yang sangat mengancam. Bagaimana tidak, sebanyak 50 ton
tisu yang diproduksi menghabiskan 850 juta pohon diseluruh dunia per tahun.
Sungguh tidak bisa dibayangkan
bagaimana kita hidup tanpa adanya pohon. Mungkin kehidupan ini akan mirip
seperti film animasi Dr. Zeuss’ The Lorax buatan Illumination Entertainment
dari Universal Pictures tahun 2012 lalu, yang menceritakan ketamakan seorang
laki-laki muda saat mencapai puncak karirnya sebagai pedagang Thneed. Sebuah pohon
yang daunnya seperti helaian sutra. Karena ketamakannya tersebut, hutan yang
tadinya sangat luas, indah dan lengkap dengan berbagai populasi hewannya
menjadi hancur. Semua pohon ditebangi untuk menghasilkan uang
sebanyak-banyaknya hingga akhirnya tak tersisa satupun pohon. Akhirnya diciptakanlah
kota Thneedville, sebuah kota yang segala sesuatunya terbuat dari plastic dan
bahan-bahan anorganik bahkan tanamannya-pun terbuat dari karet. Air dan udara
diperjual-belikan sebagai usaha perorangan.
Mengerikan bukan bila cerita fiktif
itu benar-benar terjadi pada kita ? karena seperti yang kita ketahui, manfaat
pohon dalam kehidupan begitu kompleks dan tak mungkin terpisahkan. Dari segi
manfaatnya bisa kita lihat dalam QS. Abasa : 24-32
فَلْيَنْظُرِ الإنْسَانُ إِلَى
طَعَامِهِ (٢٤)أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا (٢٥)ثُمَّ شَقَقْنَا الأرْضَ
شَقًّا (٢٦)فَأَنْبَتْنَا فِيهَا حَبًّا (٢٧)وَعِنَبًا وَقَضْبًا (٢٨)وَزَيْتُونًا
وَنَخْلا (٢٩)وَحَدَائِقَ غُلْبًا (٣٠)وَفَاكِهَةً وَأَبًّا (٣١)مَتَاعًا لَكُمْ
وَلأنْعَامِكُمْ (٣٢)
“Maka hendaklah manusia
itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan
air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami
tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan kurma,
kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk
kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu.” (QS Abasa : 24-32)
Dan yang kedua
dari segi keindahannya bisa kita temukan dalam QS An-Naml : 60
أَمَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ
وَالأرْضَ وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ
ذَاتَ بَهْجَةٍ مَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ
بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ (٦٠)
“Atau siapakah yang telah
menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami
tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu
sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada
Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang
menyimpang (dari kebenaran).” (QS An-Naml : 60)
Setelah
melihat berbagai manfaat yang sudah jelas-jelas disebutkan dalam Al-Qur’an,
apakah kita sebagai muslim yang baik akan tetap merusak lingkungan terutama
pohon disekitar kita ?. Allah juga telah menganjurkan kepada kita untuk selalu
melestarikan alam, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai kepunahan. Larangan
Allah untuk merusak lingkungan tercantum dalam QS Al-Baqarah : 11-12
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ قَالُوا إِنَّمَا
نَحْنُ مُصْلِحُونَ (١١)أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لا
يَشْعُرُونَ (١٢)
“Dan bila dikatakan
kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". mereka
menjawab: "Sesungguhnya Kami orang-orang yang Mengadakan perbaikan."
Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi
mereka tidak sadar.” (QS Al-Baqarah : 11-12)
Allah sangat murka terhadap manusia
yang melakukan perusakan diatas muka bumi. Karena Allah hakikinya menciptakan
manusia sebagai khalifah dibumi, bukan sebagai perusak. Sebagai makhluk yang
bisa menjaga dan merawat alam ini. Dan bagi perusaknya Allah berjanji akan
mencelupkannya kedalam api neraka seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.
Namun menjanjikan pahala yang sangat banyak bagi para manusia yang melakukan
pelestarian terhadap lingkungan, seperti sabda Rasul مَنْ أَحْيَا أَرْضًا مَيِّتَةً فَهِيَ لَهُ (Barang siapa yang menghidupkan tanah (lahan) mati maka
ia menjadi miliknya). Sekarang
pilihan ditangan kita, akan menjadi manusia yang mendapat laknat karena merusak
lingkungan atau akan memilih menjadi manusia yang mendapat banyak pahala sebagai
balasannya melestarikan lingkungan sekitarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar