Happy Bitrhday to you ...
Happy Bitrhday to you ...
Lagu selamat ulang tahun mulai gue nyanyiin dalam hati.
Hanya gue sendiri yang tahu bahwa gue gembira lihat loe sekarang bertambah
dewasa. *amin. Karena emang uda ga seharusnya gue inget-inget hari spesial
dalam hidup loe. Tapi gimana lagi, loe selalu ngasih kejutan dihari gue
bertambah tua. Dan loe yang bikin status mantan kita enggak berguna lagi, karena walaupun kita udah mantan loe masih
selalu nunjukkin perhatian loe sama gue. Jadi gimana bisa gue ga inget sama hari
jadi loe sebagai salah satu manusia di bumi ini ??
Oke, itu tadi cuma sekedar prolog cerita gue kali ini
diawali. Sebelumnya gue mau flashback sebentar tentang kisah gue sama sang
mantan.
Gue punya mantan pacar, yang pastinya udah putus. Hehe. Dia
cowok kelahiran 02 November 1993. Satu tahun lebih tua dari pada gue. Gue kenal
dia sejak di bangku SMP, tapi mulai kenal deket di bangku SMA karena emang
waktu itu gue satu kelas sama dia. Cowok ber-perawakan agak tinggi, agak item,
agak jelek tapi juga agak ganteng ini sering dipanggil ‘UUK’. Awalnya
sih, dia cowok pujaan adeg gue ‘KOKOM', tapi Tuhan berkehendak lain, jadilah
dia pacar gue enggak pacar adeg gue.
SMA N 08 Semarang, kelas Xi tanggal 24 November 2009 gue
jadian sama dia. Ga lewat facebook ga lewat telefon. Tapi lewat surat. Hmm ...
sebuah kenangan yang menurut gue cukup romantis untuk dilupakan. Singkat
cerita, kita naik kelas XI. Gue di jurusan IPA dan dia di BAHASA. Enggak
sekelas lagi. Tapi dia tetep menanti gue didepan kelas ketika bel isirahat
berbunyi. Canda, tawa, sedih, duka kita lewati di depan kelas XI IPA 3.
Hari-hari gue seakan penuh warna ketika bersamanya, karena
emang dia cowok pertama yang hadir dalam hidup gue. Sahabat SMA yang selalu
ceria, sang pacar yang selalu mendampingi. Gue enggak pernah merasa mejadi seorang
remaja wanita yang paling sempurna didunia sebelum kehadirannya.
Singkat cerita lagi nih, gue sama Uuk udah kelas XII. Ujian
Nasional menghadang didepan mata. Ibarat sebuah tantangan besar yang bikin
panik dan stress bagi semua siswa, tapi kehadirannya membuat semua beban itu
menjadi indah. Setiap pagi jam 09:00 kita salat dhuha bersama, meminta
pertolongan serta kemudahan jalan kepada Allah SWT. Sebelum ujian dimulai kita
belajar bareng untuk menghilangkan ketegangan yang akan kita hadapi, kita
membaca doa bersama, lalu kita masuk ke kelas masing-masing dengan senyuman
penuh semangat untuk mendukung satu sama lain. Bel berbunyi adalah sebuah tanda
sang momok menakutkan telah lewat. Kita pulang bersama dan menunggu hasil kerja
keras kita. Pertempuran hati dan pikiran pun usai.
Alhamdulillah, gue sama Uuk lulus dengan nilai cukup
memuaskan. Tapi ternyata, pertempuran hati kembali menanti. Perjalanan kita
berdua mulai terpisah. Uuk melanjutkan studinya di Universitas Negeri Semarang,
dengan jurusan pilihannya Sastra Jepang. Begitu juga gue di Institut Negeri
Islam Walisongo Semarang. Intensitas pertemuan gue mulai renggang. Ternyata
hubungan yang uda kita jalani hampir tiga tahun kurang empat bulan itu
mengalami ujian yang cukup berat. Dia dipertemukan dengan seorang teman barunya
bernama Bunga, yang lebih cantik dibandingin gue. Allah menguji kesetiaannya
dengan menciptakan cinta baru dihati Uuk. Namun apa daya, “kucing kok
dikasih ikan, pastinya dimakan lah”. Akhirnya kisah cinta gue putus sejak
dia nembak temen barunya itu.
Ibarat lagunya Tangga, “sakit yang kurasa bukan karena
dia, tapi karena kau pilih cinta yang salah”. Iya, dia baru ketemu bungaa satu
minggu, tapi dia memilih ngorbanin cintanya yang udah bertahun-tahun sama gue. Semua
kenangan indah yang pernah dialami seakan-akan dalam sedetik hilang.
Kedekatanku dengan kedua orang tuannya, restu Bapak Ibuku, restu semua
guru-guru SMA ku tak dipertimbangkan. Liburanku penuh dengan duka, satu bulan,
dua bulan berlalu tanpa kabar darimu. Tiba-tiba kau datang, menyesal, ingin
kembali. Tapi itu semua telah terlambat.
Kesalahanmu sudah ku maafkan, karena seberapa sakitnya kau
melukai hati ini masih terkalahkan dengan besarnya rasa sayangku padamu. Kau
berkata padaku jika nanti kita berpisah, jangan sampai kita bermusuhan, tetap
menjadi teman baik seperti sebelum kita menjalin hubungan ini. Aku turuti
keinginanmu. Dan itu yang membuatmu tetap berlaku sangat baik terhadapku, hingga
detik ini. Dari Teman menjadi Pacar, dari Pacar menjadi Sahabat.
Inilah akhir kisah cinta gue sama Uuk. Udah deh, ga usah
bersedih-sedih lagi. Hari ini kan harusnya cengingisan bukan mewek-mewekkan.
Ultahnya yang ke-dua puluh ini gue bungkusin dia koko item
and sarung item, pokoknya semua serba item deh. Sampe ke tas-nya aja item.
Karena emang mirip orangnya yang item. Hehe. Kado tanpa surat kan kurang afdhol
nih, akhirnya setelah gue pertimbangkan, renungkan dan putuskan, gue berhasil merangkai
kata-kata yang kurang lebihnya seperti ini :
02 November 2013,
Asslamualaikum,
HAPPY BIRTHDAY UUK ...
MAY HAPPY RETURNS OF THE DAY ...
Tambah pinter yah, tambah rajin belajar, jangan ngambekan
lagi biyar ga tambah tua.
Maaf ga bisa ngasih apa-apa. Temen-temen bilang kadoku
ini katanya kayak orang yang pacaran dan udah siapa nikah, tinggal mas kawinnya
aja. Hehehe.
Aku harap, dengan ini kamu inget aku seperti kamu inget
sama Allah, karena pada hakikiya Allah itu lebih dekat dari urat nadi kita. Uk,
you are my best person in my live. Your position never be changed with other
man. You give a sweet moment in every my breath, in every second, minute, hour,
month, and even years.
Aku selalu berharap ada seorang wanita yang akan
menjagamu melebihi seperti dulu aku mejagamu. Karena udah lama ga nulis surat,
jadi ga bisa ngomong banyak-banyak. For the closing, I have a poem for you.
Ketika
mulut tak dapat lagi berkata-kata,
Ketika
mata tak dapat lagi meneteskan air mata,
Ketika
hati tak dapat lagi mewakili,
Hanya
kenangan yang mampu menyatukan kita kembali.
Your Dearest,
Rizki Syamsiyah.
Udah ah, mau nangis gue ngomongin masa lalu. Yang lalu
biarkan berlalu, sambutlah sesuatu yang baru .... cieeee
Buat kenang-kenangan, nih gue kasih foto kado yang barusan
dibungkusin sama temen gue. Hehe. Oke, sekian dulu cerita gue, bye bye see you.
ini nih, kartu ucapan ultah yang gue buat semalem, cuma gue bingung mau gue kasihin apa ga. soalnya bentuknya kayak ucapan ultahnya anak TK. hahah
ini nih, kartu ucapan ultah yang gue buat semalem, cuma gue bingung mau gue kasihin apa ga. soalnya bentuknya kayak ucapan ultahnya anak TK. hahah
Wassalamualaikum ...






Tidak ada komentar:
Posting Komentar