Jumat, 01 November 2013

A Gift for Ex Boyfriend ??

Happy Bitrhday to you ...
Happy Bitrhday to you ...

Lagu selamat ulang tahun mulai gue nyanyiin dalam hati. Hanya gue sendiri yang tahu bahwa gue gembira lihat loe sekarang bertambah dewasa. *amin. Karena emang uda ga seharusnya gue inget-inget hari spesial dalam hidup loe. Tapi gimana lagi, loe selalu ngasih kejutan dihari gue bertambah tua. Dan loe yang bikin status mantan kita enggak berguna lagi,  karena walaupun kita udah mantan loe masih selalu nunjukkin perhatian loe sama gue. Jadi gimana bisa gue ga inget sama hari jadi loe sebagai salah satu manusia di bumi ini ??

Oke, itu tadi cuma sekedar prolog cerita gue kali ini diawali. Sebelumnya gue mau flashback sebentar tentang kisah gue sama sang mantan.

Gue punya mantan pacar, yang pastinya udah putus. Hehe. Dia cowok kelahiran 02 November 1993. Satu tahun lebih tua dari pada gue. Gue kenal dia sejak di bangku SMP, tapi mulai kenal deket di bangku SMA karena emang waktu itu gue satu kelas sama dia. Cowok ber-perawakan agak tinggi, agak item, agak jelek tapi juga agak ganteng ini sering dipanggil ‘UUK’. Awalnya sih, dia cowok pujaan adeg gue ‘KOKOM', tapi Tuhan berkehendak lain, jadilah dia pacar gue enggak pacar adeg gue.


SMA N 08 Semarang, kelas Xi tanggal 24 November 2009 gue jadian sama dia. Ga lewat facebook ga lewat telefon. Tapi lewat surat. Hmm ... sebuah kenangan yang menurut gue cukup romantis untuk dilupakan. Singkat cerita, kita naik kelas XI. Gue di jurusan IPA dan dia di BAHASA. Enggak sekelas lagi. Tapi dia tetep menanti gue didepan kelas ketika bel isirahat berbunyi. Canda, tawa, sedih, duka kita lewati di depan kelas XI IPA 3.

Hari-hari gue seakan penuh warna ketika bersamanya, karena emang dia cowok pertama yang hadir dalam hidup gue. Sahabat SMA yang selalu ceria, sang pacar yang selalu mendampingi. Gue enggak pernah merasa mejadi seorang remaja wanita yang paling sempurna didunia sebelum kehadirannya.
Singkat cerita lagi nih, gue sama Uuk udah kelas XII. Ujian Nasional menghadang didepan mata. Ibarat sebuah tantangan besar yang bikin panik dan stress bagi semua siswa, tapi kehadirannya membuat semua beban itu menjadi indah. Setiap pagi jam 09:00 kita salat dhuha bersama, meminta pertolongan serta kemudahan jalan kepada Allah SWT. Sebelum ujian dimulai kita belajar bareng untuk menghilangkan ketegangan yang akan kita hadapi, kita membaca doa bersama, lalu kita masuk ke kelas masing-masing dengan senyuman penuh semangat untuk mendukung satu sama lain. Bel berbunyi adalah sebuah tanda sang momok menakutkan telah lewat. Kita pulang bersama dan menunggu hasil kerja keras kita. Pertempuran hati dan pikiran pun usai.

Alhamdulillah, gue sama Uuk lulus dengan nilai cukup memuaskan. Tapi ternyata, pertempuran hati kembali menanti. Perjalanan kita berdua mulai terpisah. Uuk melanjutkan studinya di Universitas Negeri Semarang, dengan jurusan pilihannya Sastra Jepang. Begitu juga gue di Institut Negeri Islam Walisongo Semarang. Intensitas pertemuan gue mulai renggang. Ternyata hubungan yang uda kita jalani hampir tiga tahun kurang empat bulan itu mengalami ujian yang cukup berat. Dia dipertemukan dengan seorang teman barunya bernama Bunga, yang lebih cantik dibandingin gue. Allah menguji kesetiaannya dengan menciptakan cinta baru dihati Uuk. Namun apa daya, “kucing kok dikasih ikan, pastinya dimakan lah”. Akhirnya kisah cinta gue putus sejak dia nembak temen barunya itu.

Ibarat lagunya Tangga, “sakit yang kurasa bukan karena dia, tapi karena kau pilih cinta yang salah”. Iya, dia baru ketemu bungaa satu minggu, tapi dia memilih ngorbanin cintanya yang udah bertahun-tahun sama gue. Semua kenangan indah yang pernah dialami seakan-akan dalam sedetik hilang. Kedekatanku dengan kedua orang tuannya, restu Bapak Ibuku, restu semua guru-guru SMA ku tak dipertimbangkan. Liburanku penuh dengan duka, satu bulan, dua bulan berlalu tanpa kabar darimu. Tiba-tiba kau datang, menyesal, ingin kembali. Tapi itu semua telah terlambat.

Kesalahanmu sudah ku maafkan, karena seberapa sakitnya kau melukai hati ini masih terkalahkan dengan besarnya rasa sayangku padamu. Kau berkata padaku jika nanti kita berpisah, jangan sampai kita bermusuhan, tetap menjadi teman baik seperti sebelum kita menjalin hubungan ini. Aku turuti keinginanmu. Dan itu yang membuatmu tetap berlaku sangat baik terhadapku, hingga detik ini. Dari Teman menjadi Pacar, dari Pacar menjadi Sahabat.

Inilah akhir kisah cinta gue sama Uuk. Udah deh, ga usah bersedih-sedih lagi. Hari ini kan harusnya cengingisan bukan mewek-mewekkan.

Ultahnya yang ke-dua puluh ini gue bungkusin dia koko item and sarung item, pokoknya semua serba item deh. Sampe ke tas-nya aja item. Karena emang mirip orangnya yang item. Hehe. Kado tanpa surat kan kurang afdhol nih, akhirnya setelah gue pertimbangkan, renungkan dan putuskan, gue berhasil merangkai kata-kata yang kurang lebihnya seperti ini :

02 November 2013,

Asslamualaikum,

HAPPY BIRTHDAY UUK ...
MAY HAPPY RETURNS OF THE DAY ...

Tambah pinter yah, tambah rajin belajar, jangan ngambekan lagi biyar ga tambah tua.
Maaf ga bisa ngasih apa-apa. Temen-temen bilang kadoku ini katanya kayak orang yang pacaran dan udah siapa nikah, tinggal mas kawinnya aja. Hehehe.

Aku harap, dengan ini kamu inget aku seperti kamu inget sama Allah, karena pada hakikiya Allah itu lebih dekat dari urat nadi kita. Uk, you are my best person in my live. Your position never be changed with other man. You give a sweet moment in every my breath, in every second, minute, hour, month, and even years.

Aku selalu berharap ada seorang wanita yang akan menjagamu melebihi seperti dulu aku mejagamu. Karena udah lama ga nulis surat, jadi ga bisa ngomong banyak-banyak. For the closing, I have a poem for you.

                Ketika mulut tak dapat lagi berkata-kata,
                Ketika mata tak dapat lagi meneteskan air mata,
                Ketika hati tak dapat lagi mewakili,
                Hanya kenangan yang mampu menyatukan kita kembali.

Your Dearest,

Rizki Syamsiyah.

Udah ah, mau nangis gue ngomongin masa lalu. Yang lalu biarkan berlalu, sambutlah sesuatu yang baru .... cieeee

Buat kenang-kenangan, nih gue kasih foto kado yang barusan dibungkusin sama temen gue. Hehe. Oke, sekian dulu cerita gue, bye bye see you.





 



ini nih, kartu ucapan ultah yang gue buat semalem, cuma gue bingung mau gue kasihin apa ga. soalnya bentuknya kayak ucapan ultahnya anak TK. hahah


Wassalamualaikum ...


Wan Wan Emoticons 40

Tidak ada komentar: